Makalah
Hukum Adat Di Maluku
Disusun Oleh:
Moh.Reza Al Mutahahar
Nim:E.
Nama Dosen : Noerwhatie
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum
Universitas Djuanda Ciawi Kab.Bogor
Tahun 2016
Kaata Pengantar
Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT. yang telah
melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah SISTEM BUDAYA INDONESIA yaitu tentang “Hukum Adat MALUKU” ini dapat dipahami sebagaimana
mestinya. Shalawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan
Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, atas bimbingan Beliau sehingga kita dapat
membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Ucapan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah
SISTEM BUDAYA INDONESIA yang telah memberikan kami
kesempatan untuk membuat makalah ini
sebagai pedoman, acuan, dan sumber belajar.
Akhir kata, kami sebagai penyusun menyadari bahwa
masih terdapat banyak kesalahan baik dari segi bahasa, tulisan, maupun kalimat
yang kurang tepat dalam makalah ini,
oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan
demi kesempurnaan makalah berikutnya.
Bab I
pENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Maluku merupakan salah satu profinsi bahari di Indonesia
karena sembilan puluh persen dari luas daerahnya merupakan lautan. Sebagian
besar masyarakat Maluku hidup sebagai nelayan. Sehingga Maluku merupakan
penghasil ikan terbesar di Indonesia.
Komoditi perikanan menjadi salah
satu komoditi unggulan. Dengan kekayaan laut itu maka muncul pasar ikan sebagai
tempat jual beli ikan yang selalu ramai setiap harinya.
Persepsi masyarakat tentang pasar
ikan adalah tempat yang kotor dan bau sehingga pembeli tidak merasa nyaman
untuk berbelanja. Tanpa disadari kekayaan laut merupakan salah satu kelebihan
yang dimiliki yang seharusnya dapat dikembangkan seoptimal mungkin. Selain itu
Maluku memiliki budaya leluhur yang masih dipegang teguh dalam masyarakatnya.Oleh Karena itu,Ragam budaya di daerah maluku sungguh unik dalam mempelajari nya
1.2 Rumusan Masalah
-Sejarah Maluku
-Bagaimana Sistem Pengetahuan Di daerah Maluku
-Sistem Kemasyarakatan Maluku
-Apa Kesenian Yang ada di maluku
- Sistem Perekonomian Maluku
- Sistem Perekonomian Maluku
1.3 Tujuan
Makalah ini dibuat bertujuan agar kita mengetahui lebih dalam tentang ragam budaya Indonesia, dan jenis kebudayaan yang dimiliki setiap daerahkhususnya budaya masyarakat Maluku.
1.4 Manfaat
- Agar mahasiswa mengetahui berbagai macam tradisi dan kebudayaan
Maluku
- Agar meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap budaya-budaya di Indonesia Dan Mengetahui Hukum nya
Bab II
Isi
2.1 Sejarah
Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, Kepulauan Maluku memiliki
perjalanan sejarah yang panjang dan tidak dapat dilepaskan dari sejarah
Indonesia secara keseluruhan. Kawasan kepulauan yang kaya dengan
rempah-rempah ini sudah dikenal di dunia internasional sejak dahulu
kala. Pada awal abad ke-7 pelaut-pelaut dari daratan Cina, khususnya
pada zaman Dinasti Tang, kerap mengunjungi Maluku untuk mencari
rempah-rempah. Namun mereka sengaja merahasiakannya untuk mencegah
datangnya bangsa-bangsa lain kedaerah ini.
Pada abad ke-9 pedagang Arab berhasil menemukan Maluku setelah
mengarungi Samudra Hindia. Para pedagang ini kemudian menguasai pasar
Eropa melalui kota-kota pelabuhan seperti Konstatinopel. Abad ke-14
adalah merupakan masa perdagangan rempah-rempah Timur Tengah yang
membawa agama Islam masuk ke Kepulauan Maluku melalui
pelabuhan-pelabuhan Aceh, Malaka, dan Gresik, antara 1300 sampai 1400.
Pada abad ke-12 wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya meliputi Kepulauan Maluku. Pada awal abad ke-14 Kerajaan Majapahit menguasai seluruh wilayah laut Asia Tenggara. Pada waktu itu para pedagang dari Jawa memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Pada abad ke-12 wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya meliputi Kepulauan Maluku. Pada awal abad ke-14 Kerajaan Majapahit menguasai seluruh wilayah laut Asia Tenggara. Pada waktu itu para pedagang dari Jawa memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Dimasa Dinas Ming (1368 – 1643) rempah-rempah dari Maluku
diperkenalkan dalam berbagai karya seni dan sejarah. Dalam sebuah
lukisan karya W.P. Groeneveldt yang berjudul Gunung Dupa, Maluku
digambarkan sebagai wilayah bergunung-gunung yang hijau dan dipenuhi
pohon cengkih – sebuah oase ditengah laut sebelah tenggara. Marco Polo
juga menggambarkan perdagangan cengkih di Maluku dalam kunjungannya di
Sumatra.
Era Portugis
Bangsa Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis, pada
tahun 1512. Pada waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing dibawah
pimpinan Anthony d’Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan
Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan
penduduk dan raja-raja setempat – seperti dengan Kerajaan Ternate di
pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli,
begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau Ambon.Namun
hubungan dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama, karena
Portugis menerapkan sistem monopoli sekaligus melakukan penyebaran agama
Kristen.
Salah seorang misionaris terkenal adalah Francis Xavier. Tiba di
Ambon 14 Pebruari 1546, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate, tiba
pada tahun 1547, dan tanpa kenal lelah melakukan kunjungan ke
pulau-pulau di Kepulauan Maluku untuk melakukan penyebaran agama.
Persahabatan Portugis dan Ternate berakhir pada tahun 1570.
Peperangan dengan Sultan Babullah selama 5 tahun (1570-1575), membuat
Portugis harus angkat kaki dari Ternate dan terusir ke Tidore dan Ambon.
Era Belanda
Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis, dimanfaatkan Belanda
untuk menjejakkan kakinya di Maluku. Pada tahun 1605, Belanda berhasil
memaksa Portugis untuk menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven
van der Hagen dan di Tidore kepada Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula
benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram, dihancurkan oleh Belanda. Sejak
saat itu Belanda berhasil menguasai sebagian besar wilayah Maluku.
Kedudukan Belanda di Maluku semakin kuat dengan berdirinya VOC pada
tahun 1602, dan sejak saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di
Maluku. Di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, Kepala Operasional
VOC, perdagangan cengkih di Maluku sepunuh di bawah kendali VOC selama
hampir 350 tahun. Untuk keperluan ini VOC tidak segan-segan mengusir
pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan puluhan ribu orang
Maluku menjadi korban kebrutalan VOC.
pada permulaan tahun 1800 Inggris mulai menyerang dan menguasai
wilayah-wilayah kekuasaan Belanda seperti di Ternate dan Banda. Dan,
pada tahun 1810 Inggris menguasai Maluku dengan menempatkan seorang
resimen jendral bernama Bryant Martin. Namun sesuai konvensi London
tahun 1814 yang memutuskan Inggris harus menyerahkan kembali seluruh
jajahan Belanda kepada pemerintah Belanda, maka mulai tahun 1817 Belanda
mengatur kembali kekuasaannya di Maluku.
Pahlawan
Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat
tantangan keras dari rakyat. Hal ini disebabkan karena kondisi politik,
ekonomi, dan hubungan kemasyarakatan yang buruk selama dua abad. Rakyat
Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah pimpinan Thomas
Matulessy yang diberi gelar Kapitan Pattimura, seorang bekas sersan
mayor tentara Inggris.
Pada tanggal 15 Mei 1817 serangan dilancarkan terhadap benteng
Belanda ”Duurstede” di pulau Saparua. Residen van den Berg terbunuh.
Pattimura dalam perlawanan ini dibantu oleh teman-temannya ; Philip
Latumahina, Anthony Ribok, dan Said Perintah.
Berita kemenangan pertama ini membangkitkan semangat perlawanan
rakyat di seluruh Maluku. Paulus Tiahahu dan putrinya Christina Martha
Tiahahu berjuang di Pulau Nusalaut, dan Kapitan Ulupaha di Ambon.
Tetapi Perlawanan rakyat ini akhirnya dengan penuh tipu muslihat dan
kelicikan dapat ditumpas kekuasaan Belanda. Pattimura dan teman-temannya
pada tanggal 16 Desember 1817 dijatuhi hukuman mati di tiang gantungan,
di Fort Niew Victoria, Ambon. Sedangkan Christina Martha Tiahahu
meninggal di atas kapal dalam pelayaran pembuangannya ke pulau Jawa dan
jasadnya dilepaskan ke laut Banda.
Era Perang Dunia Ke Dua
Pecahnya Perang Pasifik tanggal 7 Desember 1941 sebagai bagian dari
Perang Dunia II mencatat era baru dalam sejarah penjajahan di Indonesia.
Gubernur Jendral Belanda A.W.L. Tjarda van Starkenborgh , melalui
radio, menyatakan bahwa pemerintah Hindia Belanda dalam keadaan perang
dengan Jepang.
Tentara Jepang tidak banyak kesulitan merebut kepulauan di Indonesia.
Di Kepulauan Maluku, pasukan Jepang masuk dari utara melalui pulau
Morotai dan dari timur melalui pulau Misool. Dalam waktu singkat seluruh
Kepulauan Maluku dapat dikuasai Jepang. Perlu dicatat bahwa dalam
Perang Dunia II, tentara Australia sempat bertempur melawan tentara
Jepang di desa Tawiri. Dan, untuk memperingatinya dibangun monumen
Australia di desa Tawiri (tidak jauh dari Bandara Pattimura).
Dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maluku
dinyatakan sebagai salah satu propinsi Republik Indonesia. Namun
pembentukan dan kedudukan Propinsi Maluku saat itu terpaksa dilakukan di
Jakarta, sebab segera setelah Jepang menyerah, Belanda (NICA) langsung
memasuki Maluku dan menghidupkan kembali sistem pemerintahan colonial di
Maluku. Belanda terus berusaha menguasai daerah yang kaya dengan
rempah-rempahnya ini – bahkan hingga setelah keluarnya pengakuan
kedaulatan pada tahun 1949 – dengan mensponsori terbentuknya “Republik
Maluku Selatan” (RMS).
2.2 Sistem pengetahuan daerah maluku
Maluku
atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah salah
satu provinsi
tertua di Indonesia.
Ibukotanya adalah Ambon. Pada tahun 1999, sebagian wilayah
Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku
Utara, dengan ibukota di Sofifi. Provinsi Maluku terdiri atas gugusan kepulauan yang
dikenal dengan Kepulauan Maluku.
Maluku
memiliki sejarah yang panjang mengingat daerah ini telah dikuasai bangsa asing
selama kurang lebih 2300 tahun lamanya dengan didominasi secara berturut-turut
oleh bangsa Arab, Portugis, Spanyol dan Belanda serta menjadi daerah
pertempuran sengit antara Jepang dan Sekutu pada era Perang Dunia ke II.
Para
penduduk asli Banda berdagang rempah-rempah dengan negara-negara Asia lainnya,
seperti Cina, paling tidak sejak zaman Kekaisaran Romawi. Dengan adanya
kemunculan agama Islam, perdagangan didominasi oleh para pedagang Muslim. Salah
satu sumber kuno Arab menggambarkan lokasi dari pulau ini berjarak sekitar lima
belas hari berlayar dari Timur 'pulau Jaba' (Jawa)namun perdagangan langsung
hanya terjadi hingga akhir tahun 1300an. Para pedagang Arab tidak hanya membawa
agama Islam, tetapi juga sistem kesultanan dan mengganti sistem lokal yang
dimana didominasi oleh Orang Kaya, yang disamping itu lebih efektif digunakan
jika berurusan dengan pihak luar.
Melalui
perdagangan dengan para pedagang Muslim, bangsa Venesia kemudian datang untuk
memonopoli perdagangan rempah-rempah dari Eropa antara 1200 dan 1500, melalui
dominasi atas Mediterania ke kota pelabuhan seperti Iskandariyah (Mesir), setelah jalur
perdagangan tradisional mulai terganggu oleh Mongol dan Turki. Dalam menunjang
monopoli ini kemudian mereka ikut serta dalam Abad Eksplorasi Eropa. Portugal
mengambil langkah awal penjelajahan dengan berlayar ke sekitar tanjung selatan
benua Afrika, mengamankan rute-rute penting perdagangan, bahkan tanpa sengaja
menemukan pantai Brazil dalam pencarian ke arah selatan. Portugal akhirnya
sukses dan pembentukan daerah monompolinya sendiri dan memancing keukasaan
maritim lain seperti Spanyol-Eropa, Perancis, Inggris dan Belanda untuk
mengganggu posisinya.
Karena
tingginya nilai rempah-rempah di Eropa dan besarnya pendapatan yang dihasilkan,
Belanda dan Inggris segera terlibat dalam konflik untuk mendapatkan monopoli
atas wilayah ini. Persaingan untuk memiliki kontrol atas kepulaiuan ini menjadi
sangat intensif bahakn untuk itu Belanda bahkan memberikan pulau Manhattan
(sekarang New
York), di pihak lain Inggris memberikan Belanda kontrol penuh atas
kepulauan Banda. Lebih dari 6.000 jiwa di Banda telah mati dalam perang
rempah-rempah ini. Dan dikemudian hari, kemenangan atas kepulauan ini
dikantongi Kerajaan Belanda.
Alat musik
yang terkenal adalah Tifa (sejenis gendang) dan Totobuang. Masing-masing alat
musik dari Tifa Totobuang memiliki fungsi yang bereda-beda dan saling mendukung
satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang sangat khas. Namun musik ini
didominasi oleh alat musik Tifa. Terdiri dari Tifa yaitu, Tifa Jekir, Tifa
Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas, ditambah sebuah Gong
berukuran besar dan Toto Buang yang merupakan serangkaian gong-gong kecil yang
di taruh pada sebuah meja dengan beberapa lubang sebagai penyanggah. Adapula
alat musik tiup yaitu Kulit Bia (Kulit Kerang).
Dalam
kebudayaan Maluku, terdapat pula alat musik petik yaitu Ukulele dan Hawaiian
seperti halnya terdapat dalam kebudayaan Hawaii di Amerika Serikat. Hal ini
dapat dilihat ketika musik-musik Maluku dari dulu hingga sekarang masih
memiliki ciri khas dimana terdapat penggunaan alat musik Hawaiian baik pada
lagu-lagu pop maupun dalam mengiringi tarian tradisional seperti Katreji.
Musik
lainnya ialah Sawat. Sawat adalah perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur
Tengah. Pada beberapa abad silam, bangsa Arab datang untuk menyebarkan agama
Islam di Maluku, kemudian terjadilah campuran budaya termasuk dalam hal musik.
Terbukti pada beberapa alat musik Sawat, seperti rebana dan seruling yang
mencirikan alat musik gurun pasir.
Diluar
daripada beragamnya alat musik, orang Maluku terkenal handal dalam bernyanyi.
Sejak dahulu pun mereka sudah sering bernyanyi dalam mengiringi tari-tarian
tradisional. Tak ayal bila sekarang terdapat banyak penyanyi terkenal yang
lahir dari kepulauan ini. Sebut saja para legenda seperti Broery Pesoelima dan
Harvey Malaihollo. Belum lagi para penyanyi kaliber dunia lainnya seperti
Daniel Sahuleka, Ruth Sahanaya, Monica Akihary, Eric Papilaya, Danjil Tuhumena,
Romagna Sasabone, Harvey Malaihollo serta penyanyi-penyanyi muda berbakat
seperti Glen Fredly, Ello Tahitu dan Moluccas. Tari yang terkenal adalah tari Cakalele yang
menggambarkan Tari perang. Tari ini biasanya diperagakan oleh para pria dewasa
sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai).
Ada pula
Tarian lain seperti Saureka-Reka yang menggunakan pelepah pohon sagu. Tarian
yang dilakukan oleh enam orang gadis ini sangat membutuhkan ketepatan dan
kecepatan sambil diiringi irama musik yang sangat menarik.
Tarian yang
merupakan penggambaran pergaulan anak muda adalah Katreji. Tari Katreji
dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi
yang enerjik dan menarik. Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada
umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa
(Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih nampak pada setiap
aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa
Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme. Tarian ini diiringi
alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar,
dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Tarian ini masih tetap
hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang.
Selain
Katreji, pengaruh Eropa
yang terkenal adalah Polonaise yang biasanya dilakukan orang Maluku pada saat
kawinan oleh setiap anggota pesta tersebut dengan berpasangan, membentuk
formasi lingkaran serta melakukan gerakan-gerakan ringan yang dapat diikuti
setiap orang baik tua maupun muda.
2.3sistem Kemasyarakatan Maluku
Perkawinan
Sebagaimana
yang telah ditaksirkan oleh Tuhan, manusia itu senantiasa hidup berkelompok
sebagai makhluk sosial. Kelompok-kelompok itu lalu membentuk suku-suku atau
klen-klen.
ü Berikut adalah
beberapa ”Sanitri” atau pejabat tradisional dalam kehidupan sosial masyarakat
Suku Ambon :
1)
Tuan Tanah :Seseorang yang ahli dalam bidang pertanian dan
kependudukan
2)
Kapitan :Seseorang yang ahli dalam peperangan
3)
Kewang :Seseorang yang bertugas menjaga hutan
4)
Marinyo
:Seseorang yang
bertugas memberikan berita dan pengumuman
Perkawinan di
Ambon nampak sudah menerobos ketentuan-ketentuan adat. Penerobodan ini dipake
sebagai jalan dan pilihan oleh kedua pengantin lelaki dan perempuan. Bahkan
sanksi-sanksi adat bukan lagi merupakan penghalang untuk penerobosan itu,
karena mereka mau dan berani memikul resikonya. Walaupun masih tampak hanyalah
sekedar memenuhi formalitasmenurut adat, sedangkan hakekatnya adalah guna
melaksanakan apa yang sesungguhnya dikehendaki oleh calon suami istri.
v
Bentuk-bentuk
perkawinan di Ambon:
1)
Kawin
minta bini
Peneyebutan lain kawin ini adalah Kawin
dengan meminang. Perkawinan ini dilakukan setelah keduanya sudah saling
berjanji untuk kawin kemudian pihak jejaka mengirim utusan untuk mendatangi
pihak perempuan meminta atau melamar anak perempuan bekal istrinya disertai
dengan membawa bawaan sebagai oleh-oleh untuk membuka pembicaraan. Saat itulah
dimusyawarakan tentang besar mas kawin yang disebut dengan harta dan waktu
pelaksanaan perkawinannya.
2)
Kawin
lari bini
Kawin lari bini maksudnya adalah kawin lari.
Perkawinan ini dilakukan oleh sejoli dengan lari bersama dengan alasan
menghindari kekecewaan dan malu karena rencana perkawinannya ditolak. Si
gadislah yang meninggalkan rumah orang tuanya. Tidak ada paksaan atau ancaman
dari si jejaka. Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka dan sepakat
bersama dengan meninggalkan surat di tempat tidur si gadis atau orang tuanya
yang menerangkan dengan siapa dan ke tempat mana dia pergi.
3)
Kawin
ambil anak
Sesuai dengan namanya, perkawinan ini di
lakukan dengan menjadikan menantu sebagai anak sendiri maka tentu si suami
masuk ke dalam kerabat si istri dan wajib baginya melepaskan fam asalnya
menjadi memakai fam kerabat si istri. Hal ini merupakan adopsi yang tidak murni
karena berbeda dengan pengertian adopsi pada umumnya yaitu mengangkat anak
orang lain menjadi anak sendiri bukan yang berstatus suami. Perkawinan ini dilakukan
dengan alasan bahwa suami adalah pendatang baru atau orang asing sehingga
perkawinan jenis ini bisa dikatakan seperti kawin nyalindung kagelung di
daerah Jawa Barat yang berarti suami mencari perlindungan kepada istrinya.
4)
Kawin
tanpa harta kawin
Pengantin menikah melalui perkawinan yang sah
tanpa adanya pembayaran uang jujur yang disebut harta dan sebagai imbalannya
suami harus menyerahkan seorang anaknya yang laki-laki kepada mertuanya dan
memakai fam mertuanya itu.
5)
Kawin
ambil piara
Jenis kawin ini disebabkan atas toleransi adat
terhadap pasangan yang sudah hidup bersama tetapi belum berstatus kawin sah. Si
pria diizinkan tinggal serumah beserta anak perempuannya atas kehendak orang
tua si perempuan sampai menghasilkan anak. Menurut mereka hal ini merupakan
sesuatu yang lumrah. Setelah menghasilkan anak, baru diadakan perkawinan.
Organisasi Desa
Berikut
beberapa contoh organisasi kemasyarakatan suku Ambon tentunya dengan tujuan dan
fungsi sodial yang berbeda di kehidupan masyarakat:
Organisasi Patasiwa dan Patalima
Patasiwa berarti Sembilan bagian dan Patalima
berarti Lima bagian. Organisasi ini terbentuk untuk menghimpun kekuatan
politik.
Patasiwa dan patalima muncul dikarenakan
kepercayaan sebagai nenek moyang terdahulu orang Ambon terhadap tiga putra
bersaudara dari pulau Seram yang selamat dari banjir bandang namun ketiganya
terpisah. Patasiwa dan Patalima hidup dalam kerjasama sosial dan ekonomi
2
Jojaro
Organisasi yang anggotanya terdiri dari
pemudi-pemudi yang sudah dewasa tetapi yang belum kawin atau bisa disebut juga
organisasi kewanitaan.
3
Ngungare
Perkumpulan-perkumpulan pemuda yang belum nikah
atau bisa disebut dengan organisasi kepemudaan.
4
Pela
Persatuan-persatuan
persahabatan antara warga-warga dari dua desa atau lebih yang berdasarkan adat
serta kewajiban membantu dan bekerjasama dalam bahaya atau kesusahan.
Pembagian Pela
ada 2 macam:
Pela Keras: kerjasama antar Soa yang bertugas
membantu dalam hal peperangan atau bahaya serangan dari pihak lain. Perkawinan
antara anggota-anggota dari satu pela keras dilarang keras. Hal ini
diyakin karena sebuah sejarah yang saat itu tengah mengadakan sumpah janji
untuk menjadi kesatuan bersahabat dengan meminum bersama segelas darah dari
tetesan jari tangan mereka. Sumpah janji ini berhubungan dengan insiden
persaingan memperluas kekuasaan dan penaklukan sekitar pulau Seram antara
kerajaan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailol
Pela Tempat Sirih: bertugas bantu membantu dan bergotong royong
dalam pembangunan balai desa, gereja, masjid, atau sekolah. Berbeda dengan Pela
keras, Pela tempat sirih wajib menerima bila ada seorang anggota se-pela
menginap di rumah, bahkan larangan menikah antara anggota se-pela tempat
sirih tidak keras. Istilah “tempat sirih” asal dari suatu adat kuno untuk
menyajikansirih kepada tamu.
2.4 seni Maluku
A. Musik
Musik lainnya ialah Sawat. Sawat adalah perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur Tengah. Pada beberapa abad silam, bangsa Arab datang untuk menyebarkan agama Islam di Maluku, kemudian terjadilah campuran budaya termasuk dalam hal musik. Terbukti pada beberapa alat musik Sawat, seperti rebana dan seruling, yang mencirikan alat musik gurun pasir.
B. Tarian
Tarian yang merupakan penggambaran pergaulan anak muda adalah Katreji. Tari Katreji dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi yang enerjik dan menarik. Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme. Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar, dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang.
Pertumbuhan ekonomi provinsi Maluku mengalami keterlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 lalu.
Alat musik yang terkenal adalah Tifa (sejenis gendang) dan Totobuang.
Masing-masing alat musik dari Tifa Totobuang memiliki fungsi yang bereda-beda
dan saling mendukung satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang sangat
khas. Namun musik ini didominasi oleh alat musik Tifa. Terdiri dari Tifa yaitu,
Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas, ditambah
sebuah Gong berukuran besar dan Toto Buang, yang merupakan serangkaian
gong-gong kecil yang di taruh pada sebuah meja, dengan beberapa lubang sebagai
penyanggah. Adapula alat musik tiup yaitu Kulit Bia (Kulit Kerang).
Dalam kebudayaan Maluku, terdapat pula alat musik petik yaitu Ukulele dan
Hawaiian seperti halnya terdapat dalam kebudayaan Hawaii di Amerika Serikat.
Hal ini dapat dilihat ketika musik-musik Maluku dari dulu hingga sekarang masih
memiliki ciri khas dimana terdapat penggunaan alat musik Hawaiian baik pada
lagu-lagu pop maupun dalam mengiringi tarian tradisional seperti Katreji.
Musik lainnya ialah Sawat. Sawat adalah perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur Tengah. Pada beberapa abad silam, bangsa Arab datang untuk menyebarkan agama Islam di Maluku, kemudian terjadilah campuran budaya termasuk dalam hal musik. Terbukti pada beberapa alat musik Sawat, seperti rebana dan seruling, yang mencirikan alat musik gurun pasir.
Diluar daripada beragamnya alat musik, orang Maluku terkenal handal dalam
bernyanyi. Sejak dahulupun, mereka sudah sering bernyanyi dalam mengiringi
tari-tarian tradisional. Tak ayal bila sekarang, terdapat banyak penyanyi
terkenal yang lahir dari kepulauan ini. Sebut saja para legenda seperti Broery
Pesoelima dan Harvey Malaihollo. Belum lagi para penyanyi kaliber dunia lainnya
seperti Daniel Sahuleka, Ruth Sahanaya, Monica Akihary, Eric Papilaya, Danjil
Tuhumena, Romagna Sasabone, Harvey Malaihollo serta penyanyi-penyanyi muda
berbakat seperti Glen Fredly, Ello Tahitu dan Moluccas.
B. Tarian
Tari yang terkenal adalah tari Cakalele yang menggambarkan Tari perang. Tari
ini biasanya diperagakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan
Salawaku (Perisai).
Ada pula Tarian lain seperti Saureka-Reka yang menggunakan pelepah pohon sagu.
Tarian yang dilakukan oleh enam orang gadis ini sangat membutuhkan ketepatan
dan kecepatan sambil diiringi irama musik yang sangat menarik.
Tarian yang merupakan penggambaran pergaulan anak muda adalah Katreji. Tari Katreji dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi yang enerjik dan menarik. Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme. Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar, dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang.
Selain Katreji, pengaruh Eropa yang terkenal adalah Polonaise yang biasanya
dilakukan orang Maluku pada saat kawinan oleh setiap anggota pesta tersebut
dengan berpasangan, membentuk formasi lingkaran serta melakukan gerakan-gerakan
ringan yang dapat diikuti setiap orang baik tua maupun muda.
2.5 Perekonomian Maluku
Pertumbuhan ekonomi provinsi Maluku mengalami keterlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 lalu.
Sekretaris Daerah Maluku, Antonius Sihaloho kepada sejumlah
wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (31/12/2015) sore
mengungkapkan, pelambatan pertumbuhan ekonomi provinsi Maluku disebabkan
oleh beberapa faktor.
“Permasalahan pertumbuhan ekonomi Maluku yang melambat ini karena dipengaruhi pelambatan ekonomi nasional,” kata Antonius.
Selain itu kata Antonius pelambatan ekonomi Maluku juga dipicu oleh menurunnya ekspor perikanan Maluku akibat diberlakukannya moratorium oleh Kementrian Perikanan.
Ditambah, menurunnya harga komoditas dunia serta menurunnya permintaan dari Negara China yang selama ini menjadi Negara tujuan ekspor.
”Eskpor perikanan Maluku menurun karena adanya moratorium.Kita tahu bersama bahwa salah satu ekspor terbesar di Maluku yakni dari sektor perikaan,” ungkapnya.
Dia menerangkan di tahun 2014, tingkat pertumbuhan ekonomi Maluku mencapai 6,7 persen atau diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Namun ditahun 2015 pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan hingga 5,27 persen. “Untuk triulan 3 di tahun 2015 ini tingkat pertumbuhan ekonomi Maluku sebesar 5,23 persen dan pertumbuhan ini tentu masih sangat baik jika dibandingkan dengan daerah lain yang hanya 4 persen, kita diatas 5 persen,”ungkapnya. Terkait pelambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, dia mengatakan kedepan pemerintah provinsi Maluku akan Mendorong perepatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas SDM serta produktifitas tenaga kerja. “Peningkatan daya saing industry melalui peningkatan produksi bernili tambah dan menciptakan pusat-pusat pertumnuhan ekonomi baru akan terus ditingkatkan kedepan,”katanya. Diatmbahkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan KUR serta menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kepastian hukum kedepan akan lebih diperhatikan untuk menarik minat investasi menanamkan modalnya di Maluku. “Karena tanpa investasi pertumbuhan Maluku akan ikut melambat, jadi untuk itu tata kelola agraria untuk menjamin kepastian hukum bagi pemilik lahan dan kemudahan pelayanan perizinin (PTSP) akan dimudahkan kedepan,”ungkapnya. (KTR)
“Permasalahan pertumbuhan ekonomi Maluku yang melambat ini karena dipengaruhi pelambatan ekonomi nasional,” kata Antonius.
Selain itu kata Antonius pelambatan ekonomi Maluku juga dipicu oleh menurunnya ekspor perikanan Maluku akibat diberlakukannya moratorium oleh Kementrian Perikanan.
Ditambah, menurunnya harga komoditas dunia serta menurunnya permintaan dari Negara China yang selama ini menjadi Negara tujuan ekspor.
”Eskpor perikanan Maluku menurun karena adanya moratorium.Kita tahu bersama bahwa salah satu ekspor terbesar di Maluku yakni dari sektor perikaan,” ungkapnya.
Dia menerangkan di tahun 2014, tingkat pertumbuhan ekonomi Maluku mencapai 6,7 persen atau diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Namun ditahun 2015 pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan hingga 5,27 persen. “Untuk triulan 3 di tahun 2015 ini tingkat pertumbuhan ekonomi Maluku sebesar 5,23 persen dan pertumbuhan ini tentu masih sangat baik jika dibandingkan dengan daerah lain yang hanya 4 persen, kita diatas 5 persen,”ungkapnya. Terkait pelambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, dia mengatakan kedepan pemerintah provinsi Maluku akan Mendorong perepatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas SDM serta produktifitas tenaga kerja. “Peningkatan daya saing industry melalui peningkatan produksi bernili tambah dan menciptakan pusat-pusat pertumnuhan ekonomi baru akan terus ditingkatkan kedepan,”katanya. Diatmbahkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan KUR serta menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kepastian hukum kedepan akan lebih diperhatikan untuk menarik minat investasi menanamkan modalnya di Maluku. “Karena tanpa investasi pertumbuhan Maluku akan ikut melambat, jadi untuk itu tata kelola agraria untuk menjamin kepastian hukum bagi pemilik lahan dan kemudahan pelayanan perizinin (PTSP) akan dimudahkan kedepan,”ungkapnya. (KTR)
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Kaya akan ragam seni budaya sudah semestinya Indonesia
berbangga, maka sudah selayaknya bagi bangsa dan masyarakat negeri ini untuk
melestarikan dan menjaga ragam seni budaya yang ada di Indonesia ini. Karena
kalau bukan kita sendiri, siapa lagi...? Juga tidak lupa mari kita panjatkan
puja dan puji syukur kita kehadirat Tuhan Maha Esa yang telah memberi kesehatan
dan keselamatan pada kita sebagai masyarakat yang memiliki cipta rasa tinggi
dan sebagai negara yang berbudi luhur. Sebagai mana yang telah dikaruniakannya
kepada masyarakat kita, yaitu sebuah daya kreatifitas tinggi yang diciptakan
mulai dari nenek moyang kita hingga generasi muda sekarang. Telah banyak
berbagai adat istiadat serta ragam seni budaya yang menjadikan bangsa ini memiliki
kekayaan atribut serta kepribadian istimewa dimuka dunia.
Berbicara masalah ragam seni budaya Indonesia pasti tidak akan pernah
ada habisnya. Mengingat begitu banyaknya ragam seni budaya yang terdapat mulai dari Sabang
sampai Merauke. Pulau-pulau di Indonesia
dengan berbagai macam suku bangsa yang semuanya memiliki ragam seni budaya masing. Tapi semua terangkum
menjadi satu yaitu sebuah ragam seni budaya yang ber- “BHINEKA TUNGGAL IKA” dengan menunjukkan adat ketimuran dan
berazaskan Pancasila.
Jadi tidak mustahil jika banyak
hasil cipta rasa dan karya dalam berbagai adat dan ragam seni budaya yang dimiliki bangsa Indonesia ini
selalu dilirik oleh bangsa lain.
HIS Graha Elnusa
BalasHapusHubungi : 0822 – 9914 – 4728 (Rizky)
Menikah adalah tujuan dan impian Semua orang, Melalui HIS Graha Elnusa Wedding Package , anda bisa mendapatkan paket lengkap mulai dari fasilitas gedung full ac, full carpet, dan lampu chandeliar yg cantik, catering dengan vendor yang berpengalaman, dekorasi, rias busana, musik entertainment, dan photoghraphy serta videography. Kenyaman dan kemewahan yang anda dapat adalah tujuan utama kami.